Makam Bung Karno adalah makam seorang tokoh besar yaitu
Presiden Pertama sekaligus Proklamator kemerdekaan RI. Makam ini terletak di
Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, sekitar 2 km ke utara dari pusat
kota.
Makam Presiden Pertama RI ini sekarang
benar-benar terbuka untuk umum. Artinya, setiap orang yang berziarah ke Makam
Bung Karno bisa langsung mendekat ke pusara. Kalau ada pembatas, bentuknya
hanya pagar kayu setinggi lutut yang dipasang secara keliling, berjarak 2,5
meter dari pusara. Pada jam-jam sepi pengunjung, para peziarah diizinkan untuk
memasuki pagar ini. Hal itu sangat berbeda dari empat tahun lalu, yaitu
bangunan makam yang berbentuk joglo berukuran besar tersebut tertutup rapat
oleh dinding kaca. Peziarah hanya bisa melihat batu nisan dari luar kaca
penyekat.
Cungkup Makam Bung Karno diberi nama Astono Mulyo.
Diatas Makam diletakkan sebuah batu pualam hitam bertuliskan :Disini
dimakamkan Bung Karno Proklamator Kemerdekaan Dan Presiden Pertama
Republik Indonesia. Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Dahulu kala, Peziarah hanya bisa melihat batu nisan dari
luar kaca penyekat. Dan pada masa Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
dan Megawati sebagai wapresnya, dinding kaca yang membalut bangunan makam itu
dibongkar total. Dan Kini setiap peziarah yang datang ke joglo makam tersebut
bisa langsung menyentuh batu nisan tersebut. Dan kini pusara
Bung Karno yang diapit oleh makam kedua orang tuanya, R Sukemi Sosrodihardjo
dan Ida Ayu Nyoman Rai, benar-benar sedah terbuka untuk umum. Artinya, setiap
peziarah yang datang ke joglo makam tersebut bisa langsung menyentuh batu nisan.

Selain itu Perpustakaan disebelah makam
ini berdiri setahun lalu, tepatnya diresmikan oleh Presiden Megawati (saat itu)
pada tanggal 3 Juli 2004. Bangunannya
cukup megah, terdiri atas empat gedung bertingkat yang berjajar dua secara
berhadap-hadapan, dipisahkan oleh pelataran dan kolam yang tertata secara
memanjang.
Perpustakaan ini selain berisi segala bentuk memorabilia
Bung Karno, juga kelak akan dikembangkan sebagai pusat studi terpadu. Beberapa
koleksi yang ada saat ini adalah lukisan hidup Bung Karno yang dapat berdetak
tepat pada bagian jantungnya, uang Bung Karno yang dapat menggulung sendiri,
dan koleksi sumbangan dari Yayasan Idayu.
Setiap pengunjung bisa memasuki
perpustakaan ini secara gratis, dan tentu saja akan merasa nyaman. Sebab,
bangunan ini didesain secara indah dan full AC. Budi Kustowo menjelaskan,
Gedung Perpustakaan Proklamator ini terdiri atas beberapa bagian. Koleksi
khusus berada di Gedung A lantai 1 timur, mengoleksi otobiografi Bung Karno,
buku-buku karya Bung Karno, serta buku-buku tentang Bung Karno.
Masih di
gedung yang sama, terdapat juga kamus, ensiklopedi, indeks, peta, dan
lain-lain. Gedung A lantai 1 barat digunakan untuk tempat koleksi foto,
lukisan, dan peninggalan Bung Karno.
Lantai 2
untuk mengoleksi buku-buku yang berkaitan dengan karya umum, filsafat, agama,
bahasa, ilmu murni, ilmu terapan / teknologi. Sedangkan koleksi buku-buku
karangan orang luar negeri tentang Indonesia
bisa dijumpai di Gedung B.

Ruang audio visual di Gedung C, digunakan
untuk menikmati koleksi audio dan visual dalam bentuk CD dengan kapasitas 100
orang. Di dalam ruangan ini, operator biasanya memutar pidato Sang Proklamator
yang terkenal sebagai orator dengan menggunakan pengeras suara ruangan. Ruang
seminar di Gedung C, untuk seminar talk show, pelatihan singkat, presentasi,
dan sebagainya berkapasitas 50 orang. Satu tempat yang hingga kini belum
terbangun, namun sudah masuk dalam rancangan adalah Amphi Theatre. Panggung
terbuka di samping perpustakaan ini diproyeksikan sebagai tempat penampilan
karya budaya dan kesenian anak bangsa.
Museum ini
berada dalam satu bangunan dengan perpustakaan. Di museum ini terdapat
gambar-gambar dan barang – barang bersejarah peninggalan Bung Karno semasa
perjuangan.
Tak Cuma
yang realistis, hal–hal yang berbau magis dan mistis terdapat pula di museum
ini. Antara lain kopor bersejarah, dan lukisan gambar Bung Karno yang bisa
bergetar sendiri.

Sebuah
bangunan megah ini berdiri di atas lahan 1,8 hektare, dan sberada di Kelurahan
Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, dan berada satu kompleks dengan makam Bung
Karno itu, dan difungsikan sebagai perpustakaan sekaligus mini museum.
Ramainya
pengunjung ini tampaknya tidak lepas dari kenyamanan di dalam ruang makam. Ada
mushalla dan bagngunan sebagai tempat peristirahatan. Dinding taman diukir
dengan corak sebuah istana kerajaan yang mengalirkan air. Sehingga suasananya
enak dipandang dan menyejukkan.
Keluar dari pemakaman, pengunjung disuguhi
dengan beragam suvenir yang bernilai artistik dan unik. Mulai dari tas, kaos,
baju, dompet, hingga peralatan rumah tangga lainnya yang bergambar Soekarno. Kehadiran
sarana penunjang ini tentu melengkapi ’’keterbukaan’’ makam presiden pertama RI
itu, yang sekarang benar-benar terbuka untuk umum.
Selamat Berkunjung......!!! :) :)






.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar